Ilustrasi AI

Takengon – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) akan membangun 533 unit rumah bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tengah pada 2026. Pembangunan itu merupakan bagian dari percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Kepala Satuan Kerja Perumahan Kementerian PKP Provinsi Aceh, Riki Hidayat, mengatakan seluruh rumah akan dibangun di enam lokasi dan ditargetkan selesai pada akhir 2026 jika proses berjalan sesuai jadwal.

“Untuk Aceh Tengah kami akan menangani 533 unit rumah tahun ini. Seluruhnya tersebar di enam lokasi dan ditargetkan selesai pada akhir tahun,” kata Riki usai rapat monitoring dan evaluasi percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Kantor Bupati Aceh Tengah, Rabu, 29 Juli 2026.

Menurut Riki, pelaksanaan pembangunan secara umum tidak menghadapi kendala berarti karena enam lokasi berada di sekitar kawasan hunian sementara (huntara). Namun, satu lokasi yang direncanakan untuk sekitar 80 unit rumah masih menunggu kepastian lahan.

Ia mengatakan Bupati Aceh Tengah telah menyatakan penyelesaian persoalan lahan tersebut segera dilakukan agar pembangunan tidak tertunda.

Baca Juga  Kapolres Aceh Tenggara Gandeng Cipayung Plus, Bahas Narkoba hingga Hoaks

Riki juga mengungkapkan adanya selisih data kebutuhan rumah antara pemerintah daerah dan Kementerian PKP. Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah mengusulkan kebutuhan sebanyak 622 unit rumah, sedangkan Kementerian PKP mengacu pada data Rencana Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Rendup) serta Jitupasna yang menetapkan kebutuhan sebanyak 533 unit.

Menurut dia, selisih sekitar 90 unit itu dapat diakomodasi pada 2027 apabila pemerintah daerah berkoordinasi dengan Bappenas untuk memperbarui data Jitupasna.

“Terdapat selisih sekitar 90 unit. Setelah ada penyesuaian data dan menjadi tanggung jawab PKP, penanganannya dapat dilaksanakan pada 2027,” ujarnya.

Riki menambahkan proses pengadaan konsultan manajemen konstruksi dan konsultan pengawas telah memasuki tahap lelang. Adapun lelang pekerjaan fisik dijadwalkan dimulai pekan ini melalui mekanisme lelang cepat.

“Jika tidak ada kendala, pekerjaan fisik dapat dimulai pada minggu kedua September,” katanya. (Syah)