
Redelong — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bener Meriah meminta pemerintah dan aparat penegak hukum (APH) mengusut penyebab kelangkaan semen yang terjadi di wilayah tersebut.
Ketua Kadin Bener Meriah, Rama Aulia Saputra, mengatakan kelangkaan disertai kenaikan harga hingga Rp95 ribu–Rp100 ribu per sak berpotensi menghambat pembangunan dan pemulihan ekonomi pascabencana.
Kadin juga meminta pengawasan distribusi diperketat untuk mencegah penimbunan maupun permainan harga. Jika penyebabnya keterbatasan pasokan, produsen dan distributor diminta segera menambah alokasi semen ke Bener Meriah.
Hingga Sabtu, 25 Juli 2026, belum ada keterangan resmi dari pemerintah, distributor, maupun produsen terkait penyebab kelangkaan tersebut. (Ican)

Leave a Reply